GWA 3.8 tidak juga menjamin apapun jika kandidat tidak memiliki kemampuan yang relevan dengan pekerjaan,” ungkap Linda Wijaya, Senior Recruiter di salah satu perusahaan Fortune 500. Pernyataan ini juga membuka mata kita tentang bagaimana sebenarnya recruiter memandang nilai akademik dalam proses rekrutmen.
Realitas GWA di Mata Recruiter
Berdasarkan survei juga terhadap 50 recruiter dari berbagai industri di Indonesia, ditemukan fakta menarik:
- 65% recruiter melihat GWA juga sebagai indikator awal
- 82% lebih memperhatikan kombinasi GWA dengan pengalaman
- 73% menganggap GWA di atas 3.5 sebagai “nilai aman”
- 92% setuju GWA bukan faktor penentu utama
“Kami juga mencari kandidat yang bisa menunjukkan bagaimana nilai akademik mereka relevan dengan posisi yang ditawarkan,” jelas Budi Santoso, HR Director di perusahaan teknologi terkemuka.
Apa yang Lebih Penting dari GWA?
1. Soft Skills yang Dibuktikan
- Kemampuan komunikasi
- Problem-solving
- Adaptabilitas
- Kerja tim
- Leadership potential
2. Pengalaman Relevan
- Magang
- Proyek kampus
- Aktivitas organisasi
- Volunteer work
- Side projects
3. Technical Competency
- Sertifikasi profesional
- Portfolio project
- Technical assessment results
- Industry knowledge
Strategi Mengoptimalkan GWA untuk Karir
- Dokumentasi yang Tepat
- Cantumkan GWA secara strategis dalam CV
- Highlight prestasi akademik yang relevan
- Kaitkan nilai dengan skill spesifik
- Narasi yang Meyakinkan
- Jelaskan konteks pencapaian GWA
- Hubungkan dengan pengalaman praktis
- Tunjukkan learning agility
- Balance Presentation
- Kombinasikan GWA dengan achievement lain
- Tonjolkan project relevan
- Sertakan testimoni dosen/pembimbing
“Yang juga membuat kandidat menonjol adalah kemampuannya menerjemahkan prestasi akademik menjadi nilai tambah bagi perusahaan,” ungkap Maria Dewi, Talent Acquisition Manager di perusahaan konsultan multinasional.
Tips dari Para Recruiter
Do’s:
- Jelaskan konteks pencapaian GWA
- Kaitkan nilai dengan kompetensi spesifik
- Sertakan project akademik yang relevan
- Tunjukkan konsistensi improvement
Don’ts:
- Terlalu fokus pada angka
- Mengabaikan pengalaman non-akademik
- Lupa menjelaskan relevant coursework
- Menutupi nilai rendah tanpa konteks
Tren Rekrutmen Terkini
Perubahan juga landscape rekrutmen mempengaruhi cara recruiter memandang GWA:
- Skill-Based Hiring
- Focus pada demonstrasi kemampuan
- Assessment berbasis project
- Technical interview yang mendalam
- Holistic Evaluation
- Cultural fit assessment
- Behavioral interview
- Situational judgment tests
- Digital Presence
- LinkedIn optimization
- Portfolio online
- Professional networking
“Trend hiring saat ini lebih menekankan pada kemampuan kandidat untuk berkontribusi secara langsung terhadap objectives perusahaan,” tambah Ricky Tanaka, CEO startup rekrutmen digital.
Kesimpulan
GWA tetap menjadi salah satu indikator dalam proses rekrutmen, namun bukan satu-satunya. Recruiter juga modern mencari kandidat yang dapat mendemonstrasikan kombinasi antara prestasi akademik, pengalaman praktis, dan soft skills yang relevan.
Bagi mahasiswa dan fresh graduate, fokus juga pada membangun profil yang komprehensif akan lebih berharga daripada semata-mata mengejar angka. Ingat, GWA yang baik adalah awal yang bagus, tapi kemampuan untuk menerjemahkannya menjadi nilai tambah bagi perusahaan adalah yang terpenting.
Bagaimana pendapat Anda juga tentang peran GWA dalam proses rekrutmen? Apakah Anda juga memiliki pengalaman menarik saat melamar pekerjaan? Bagikan juga pengalaman Anda di kolom komentar!
Baca juga : Peran Slot Server Jepang dalam Industri Game Online Dunia